Wednesday, 10 October 2012

PEREMPUAN PARLEMEN JABAR BELUM DIRASAKAN MANFAATNYA

--> -->
 KEBERADAAN PEREMPUAN DI DPRD JABAR  
 BELUM DIRASAKAN KAUMNYA
Bandung. jp
         Salah satu hasil penelitian dan  kajian Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia,  menyatakan bahwa kehadiran kaum perempuan di parlemen di DPRD Jawa Barat yang telah mencapai 25 Persen dari reprtesentasi jumlah keseluruhan anggota DPRD Jawa Barat yang mencapai 100 orang itu,  ternyata belum dapat dirasakan keberadaan  dan manfaatnya oleh  kaum perempuan  itu sendiri.
        Menanggapi kenyataan atas hasil penelitian, kajian dan analisa yang dilakukan oleh Puskapol FISIP UI di tiga provinsi DKI, Prov Banten dan Provinsi Jawa Barat    tersebut.  Ketua Kaukus Perempuan Parlemen  DPRD Jawa Barat  H. Ganiwati SH, kepada JP,
Disela  kegiatan presentasi hasil riset pusat kajian politik  Fisip Universitas Indonesia. Di Bandung. Rabu (10/10)
        Dikatan .  "Kenyataan ini  sebagai otokritik  dimana perempuan mengangap,  keterwakilan kaum perempuan  yang 25 persen  dar100 anggota DPRD, , yang seyogyanya ingin mensejahterakan kaum perempuan itu, ternyata  perempuan-perempuan itu belum merasakannya, ini merupakan suatu otokritik bagi kami, ini merupakan kritikan bagi kami sebagai perempuan parlemen." tuturnya.
Tetapi Satu hal juga hasil penelitian itu  tidak bisa disamaratakan,  yang menyatakan bahwa perempuan parlemen itu sulit untuk ditemui , begitu sulitnya, sehingga kadang-kadang untuk mengkomunikasikan satu hal  yang ada di lapangan itu sulit untuk dapat dilakukan, hal ini kami pertanyakan karena  kami sendiri di Kaukus Perempuan itu sudah ada tempat bahkan ada  tenaga yang menunggui dan siap untuk melayani apa yang dibutuhkan.
         Kami  menilai dari apa yang telah dilakukan oleh Puskapol UI ini,  memang ada hal-hal yang harus kita perbaiki kedalam, pertama.  Sistem perekrutan caleg perempuan yang melalui partai politik-partai politik. Bagaimana menjaring caleg-caleg yang menghayati tupoksinya, sehingga begitu menjadi dewan dia tahu akan tupoksinya yang melekat sebagai anggota dewan. Ini kayaknya yang menjadi benang merah dengan keinginan rakyat..
Dengan 25 persen kertwakilan di Jawa Barat juga ternyata masih ada keluhan dari beberapa pihak antara lain, adanya  anggaran yang belum pro gender, kemudian Perda yang tidak sensitif gender, hal ini juga jadi masukan bagi kami karena bagaimanaun juga ini merupakan hasil penelitian.
"Kita boleh menyanggah tapi karena ini merupakan  hasil penelitian secara ilmiah, kita jangan serta merta membantah atau menolak tetapi ini  harus jadi kajian lagi bagi kami." ungkap anggota Fraksi Partai Golkar ini 
Ganiwati juga sedikit prihatin dengan kenyataan  hasil penelitian tersebut juga menyebutkan dari 25 anggota kaukus perempuan parlemen DPRD Jabar ini  ternyata hanya 12 orang saja yang memberikan respon pada saat penelitian ini dilakukan...13 oramg lainnya tidak peduli tidak mengembalikan questioner..@anton

No comments:

Post a Comment