Wednesday, 22 October 2014

Ineu The First Woman Who Lead West Java Parliament

Bandung.PV
Meskipun proporsionalitas perempuan di DPRD Jawa Barat menurun dibanding periode tahun sebelumnya,  tetapi untuk pertama kalinya sejak  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat  berdiri ketua DPRD Jabar dipimpin oleh  kaum perempuan.
Setelah Ineu Purwadewi Sundari,S.Sos. ,MM dari Fraksi PDI Perjuangan Rabu (22/10) dilantik sebagai Ketua DPRD   jabar bersama empat wakil Ketuanya yaitu Iriyanto MS Syafiudin (FPGolkar), Abdul Haris Bobihoe (FP Gerindra), Haris Yuliana (FPKS) dan Irfan Suryanagara (FP Demokrat), oleh ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat DR.Hj. Marni Emmy Mustofa, SH.,MH.
Pengucapan sumpah Janji pimpinan definitive DPRD Jawa Barat, dilakukan dalam rapat paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Jabar Sementara Ir. Gatot Tjahyono MM, hadir dalam rapat paripurna tersebut Gubernur Jabar. Achmad Heryawan, Walikota Bogor Bima Arya, Bupati Garut Rudi Gunawan, beberapa wakil Bupati, wakil walikota, anggota DPD aceng Fikri, dan Onny dan tamu undangan lainnya.
Usai dilantik Ineu kepada wartyawan menyatakan, dirinya memprioritaskan penyelesaian APBD Perubahan 2014, dan pembahasan APBD 2015, serta 8 raperda yang harus segera diselesaikan tahun 2014 ini.
“Yang pasti berttsama para pimpinan dsAn anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019, kita berkomitmen bersama untuk mempercepat membangun Jawa Barat lebih baik”    tutur Ineu.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengharapkan, pimpinan dan anggota DPRD Jawa Barat dapat bekerjasama dengan pemerintahan provinsi untuk menyelesaikan berbagai agenda pembangunan ke depan, demi kepentingan seluruh masyarakat Jawa Barat, dengan salah satu agenda yang diprioritaskan gubernur adalah pon 2016, dan masalah pendidikan karena sesuai dengan peraturan pemerintah pusat saat ini tingkat pendidikan SMK, SMA dam SLB menjadi tanggung jawab pemereintahan provinsi,
“UU pemerintahan derah yang baru, mengatrur pendidikan secara seimbang, pusat mengatur PT, Provinsi mengatur SMA, SMK dan SLB, kemudian daerah SD dan SMP” ungkap Aher.@1

No comments:

Post a Comment